Bender Gestalt Test, atau Bender Visual Motor Gestalt Test, merupakan instrumen penilaian psikologis digunakan untuk mengevaluasi fungsi-motor visual dan kemampuan persepsi visual di kedua anak-anak dan orang dewasa. Skor pada tes digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan organik otak kerusakan dan tingkat pematangan sistem saraf. The Bender Gestalt dikembangkan oleh psikiater Lauretta Bender di akhir abad kesembilanbelas.
Uji asli terdiri dari sembilan angka, masing-masing kartu sendiri yang 3 × 5. subjek akan ditampilkan setiap tokoh dan diminta untuk menyalinnya ke secarik kertas kosong. Ujian ini biasanya memakan waktu 7-10 menit, setelah yang hasilnya dinilai berdasarkan ketepatan dan karakteristik lainnya.
Tujuan
Bender Gestalt Test digunakan untuk mengevaluasi kematangan visual, integrasi motor keterampilan visual, gaya menanggapi, reaksi terhadap frustrasi, kemampuan untuk memperbaiki kesalahan, perencanaan dan keterampilan organisasi, dan motivasi tokoh Menyalin. Membutuhkan keterampilan motorik halus, kemampuan untuk membedakan antara visual rangsangan, kemampuan untuk mengintegrasikan keterampilan visual dengan keterampilan motorik, dan kemampuan untuk mengalihkan perhatian dari desain awal apa yang sedang ditarik.
Sebuah sistem penilaian tidak harus digunakan untuk menafsirkan kinerja pada Tes Bender Gestalt, namun ada beberapa sistem skoring yang valid dan dapat diandalkan. Banyak dari sistem penilaian yang tersedia fokus pada kesulitan tertentu yang dialami oleh pengambil tes. Kesulitan-kesulitan ini dapat menunjukkan kemampuan visual-motor miskin yang meliputi:
kesulitan Sudut: ini mencakup peningkatan, penurunan, distorsi, atau menghilangkan sudut pada gambar yang.
Aneh mencoret-coret: ini melibatkan penambahan komponen khas gambar yang tidak memiliki hubungan dengan tokoh Bender Gestalt asli.
kesulitan Penutupan: ini terjadi ketika menguji memiliki kesulitan menutup ruang terbuka pada seorang tokoh, atau menghubungkan berbagai bagian gambar. Hal ini menyebabkan kesenjangan dalam gambar disalin.
Kohesi: ini melibatkan menggambar bagian dari tokoh besar atau lebih kecil daripada yang ditampilkan pada gambar asli dan di luar proporsi dengan seluruh gambar. Kesalahan ini juga dapat mencakup gambar tokoh atau bagian dari sosok nyata di luar proporsi dengan tokoh-tokoh lain yang telah ditarik.
Tabrakan: ini melibatkan berkerumun atau membuat desain akhir dari satu desain untuk di overlap atau menyentuh bagian dari desain yang lain.
Kontaminasi: ini terjadi ketika seorang tokoh sebelumnya, atau bagian dari sosok, pengaruh menguji dalam penyelesaian yang memadai dari angka saat ini. Sebagai contoh, sebuah diuji dapat menggabungkan dua angka yang berbeda Bender Gestalt.
Fragmentasi: ini melibatkan menghancurkan bagian dari sosok dengan tidak menyelesaikan atau memecah angka dengan cara yang sama sekali kehilangan rancangan aslinya.
Impotensi: ini terjadi ketika menguji menarik angka akurat dan tampaknya mengakui kesalahan, lalu, dia membuat beberapa kali gagal untuk memperbaiki gambar.
Irregular kualitas garis atau kurangnya koordinasi motorik: ini melibatkan menggambar garis kasar, terutama ketika menguji menunjukkan gerak gemetaran, selama gambar gambar.
Line ekstensi: ini melibatkan penambahan atau memperluas bagian dari sosok disalin yang tidak pada sosok aslinya.
Kelalaian: gagal ini melibatkan cukup menghubungkan bagian-bagian gambar atau mereproduksi hanya bagian sosok.
Tumpang Tindih kesulitan: Ini termasuk masalah di bagian gambar tokoh yang tumpang tindih, menyederhanakan gambar pada titik yang tumpang tindih, membuat sketsa atau menggambar ulang bagian yang tumpang tindih, mendistorsi atau gambar di titik di mana tumpang tindih.
Perseveration: ini termasuk meningkat, memperpanjang, atau melanjutkan jumlah unit dalam angka. Sebagai contoh, sebuah diuji dapat menarik lebih titik signifikan atau lingkaran dari ditampilkan pada gambar asli.
Menurut L.K Frank
Bender Gestalt Test, merupakan contoh Teknik Refraktif.Bender Gestalt Test adalah pensil diberikan secara individual dan uji kertas digunakan untuk membuat diagnosis cedera otak. Ada sembilan tokoh geometris digambarkan dalam warna hitam. Angka-angka ini disajikan dengan yang diuji dalam satu waktu; kemudian, menguji diminta untuk menyalin gambar pada selembar kertas kosong. Peserta ujian diperbolehkan untuk menghapus, tetapi tidak dapat menggunakan alat bantu mekanis (seperti penguasa). Popularitas tes ini antara dokter kemungkinan besar jumlah pendek waktu yang dibutuhkan untuk mengelola dan skor. Jumlah rata-rata waktu untuk menyelesaikan tes ini lima sampai sepuluh menit.
Gangguan bipolar adalah gangguan mood (suasana perasaan) yang dikarakteristikan dengan episode depresi dan manik atau hipomanik. Dahulu gangguan ini dikenal sebagai “manic-depressive illness.” Pada awalnya antara skizofrenia dengan gangguan bipolar saling bertumpang tindih dalam penegakan diagnosisnya namun kemudian diberi batasan yang jelas oleh Emil Kraeplin, seorang psikiater Austria.
Depresi adalah suatu kondisi suasana perasaan yang menetap sedih dalam jangka waktu panjang. Sedangkan pada kondisi manik atau hipomanik terdapat suatu kondisi suasana perasaan yang berkebalikan dengan depresi di mana terdapat suatu suasana perasaan yang gembira secara berlebih-lebihan, meluas, atau iritable (mudah menjadi marah). Kondisi mood yang meningkat ini akan menyebabkan perubahan pada diri pasien meliputi peningkatan energi, gangguan tidur, gangguan makan, rasa percaya diri yang berlebihan, waham kebesaran, kontrol impuls yang buruk, hingga perilaku agresi dan tanpa perhitungan. Hipomanik adalah kondisi mood yang menyerupai manik namun dalam derajat lebih ringan. Episode manik harus berlangsung sekurangnya 1 minggu, sedangkan episode hipomanik berlangsung sekurangnya 4 hari.
Episode depresif dari gangguan bipolar memiliki kriteria diagnostik yang sama dengan gangguan depresi mayor episode tunggal. Sedangkan pada gangguan bipolar episode campuran terdapat gejala-gejala manik atau hipomanik dan depresi yang berganti-ganti secara cepat pada suatu periode waktu yang berlangsung sekurangnya satu minggu. Pada tampilan klinis, seorang yang menderita gangguan bipolar episode campuran biasanya mengalami kondisi mood yang sangat tidak stabil. Secara umum, terdapat dua jenis gangguan bipolar, pada gangguan bipolar tipe satu, ditemukan sekurangnya satu episode manik. Sedangkan pada gangguan bipolar tipe dua ditemukan sekurangnya satu episode hipomanik.
Sybil Isabel Dorestt adalah seorang perempuan yang memiliki kepribadian majemuk, yang mempunyai 16 kepribadian. Kepribadian majemuk ini terjadi sewaktu dia masih kecil yang mendapat perlakuan kurang baik dai ibunya sendiri. Pada awal 1957, dalam analisis diungkapkan suatu drama tentang kekejaman, upacara-upacara rahasia dan hal-hal yang mengerikan yang dilakukan Hattie Dorest terhadap Sybil. Sybil mengadakan perlawanan sampai ia brumur dua setengah tahun dan pada waktu itu perlawananya benar- benar dipatahkan. Ia mencari bantuan dari luar, sampai ia akhirnya sadar bahwa penyelamat penyelamat dari luar in tidak akan datang dan mencari perlindungan dari dalam dirinya sendiri. Mula- mula ia mencoba menyelamatkan diri dengan menciptkan dunia pura-pura yang dihuni oleh seorang ibu khayalan yang penuh kasih, namun kata dokter berhipotesis bahwa dengan menjadi berkepribadian majemuk merupakan penyelamatan diri yang terbaik. Pada suatu pagi dimana Willard pergi meninggalkan isteri dan anaknya berdua dirumah. Hatti membentangkan kaki-kaki Sybil dengan sebuah sendok kayu yang panjang, mengikat sendok kayu itu kepada kaki Sybil dengan lap cuci piring dan menggantungnya ke kabel lampu yang menjulur dari langit-langit. Anak itu dibiarkan berayun-ayun diudara sementara ibu pergi kekran air dan menunggu samapai air menjadi dingin. Ia akan mengisisebuah enema (alat penyemprot pantat) dengan ukuran untuk orang dewasa dan diisi oleh air dengan penuh dan kembali keputrinya.
Sambil anak itu tetapmelayang di udara, ibu akan memasukan ujung enema itu kedalam lubang kencing si anak dan mengeluarkan air itu ke kandung kencing putrinya. Setelah itu Hattie memaksa putrinya untuk berjalan berkeliling ruangan dengan menahan air didalam tubuhnya. Akibatnya adalah kejang-kejang yang gawat, tetapi kalu Sybil menangis, Hattie akan memukulnya. Upacara itu diselesaikan dengan ancaman dari Hattie, “kamu jangan berani cerita pada siapapun tentang hal ini. Dan kejadian itu brlangsung ketika Sybil berumur enam bulan dan berlangsung terus selama awal masa kanak-kanaknya. Selain itu juga ada lagi kegiatan yang dilakukan ibu Sybil terhadap putrinya, setelah meletakan Sybil diatas meja dapur, Hattie akan emasukan dengan paksa kedalam vagina anak itu dengan macam-macam benda yang melintas dalam benaknya, lampu baterai, botol kosong kecil, gagang pisau makan, pisau perak kecil,gesper, kadang-kadang jarinya sendiri. Dan masih banyak lagi penyiksaan yang membuat sakit Syibil yang dilakukan ibunya. Dari pemeriksaan, Hattie dores mengidap Schizoprhenia yang membuatnya bias melakukan hal itu pada Sybil. Ayahnya Wilard yang tak tahu akan pola asuh isteri terhadap anaknya dan terlalu cuek terhadap Sybil. Dengan penyiksaan-penyiksaan itu, syibil melakukan pembelaan, namun yang terjadi adalah ia menjadi berkpribadian majemuk. Berikut adalah 16 kepribadian Sybil, yang satu pribadi dengan pribadi yang lai memiliki perbedaan namun mereka tetap satu :
1. Peggy Lou, merupakan pribadi lain yang muncul dalam diri Sybil, dan merupakan pribadi yang pertama muncul waktu Sybil melakukan Terapi kepada Dr. Wilbur, Peggy Lou merupakan pejuang, dan kalau peggy Lou sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu, ia melakukannya secaa membabi-buta. Ia tidak bisa duduk diam, tidak suka membaca. Ia mempunyai keinginan untuk merubah sesuatu, dan yang ingin ia rubah adalah Sybil sendiri. Peggy Lou suka melukis hitam putih dengan menggunakan pensil atau knote. Dan Peggy Lou menolak Hattie sebagai ibunya.
2. Peggy Ann adalah pribadi yang yang mempunyai rambut hitam dan berptongan model Belanda. Peggy Ann dan Peggy Lou selalu melakukan kegiatan bersama-sama, Apabila ada yang membankitkan kemarahan Peggy Lou, justru mebuat Peggy Ann takut.
3. Vicky merupakan pribadi yang serba bebas dan pnuh kepercayaan diri. Vicky merupakan pribadi yang mengetahui segalanya tentang perjalanan hidup Syibil maupun pribadi-pribadi lain yang ada dalam diri Sybil. Sama halnya dengan Peggy Lou, Vicky tidak menanggap bahwa Hattie adalah ibunya. Vicky juga sangat andai bergaul dengan orang dan bias melukis dengan cat, namun luisannya tidak sebagus Syibil. Vicky merupakan pribadi yang senang pergi ke konser-konser dan gedung-gedung kesenian
4. Mary sosok pribadi yg ketiga dari Sybil, nama Mary diambil dari nama neneknya. Mary merupakan pengganti Sybil waktu pengalaman masa lalunya Sybil dimanan neneknya meinggal, ketika pribadi ini muncul ia menangis ketika ingat neneknya meningal, dan menangis merupakan hal yang tidak bias dilakukan oleh sybil.
5. Vanessa pribadi lain dari Sybil yang bertubuh jangkung, berambut merah, dan ia juga pandai bermain piano dan penuh joie d vivre. Antara Vanessa dan Marcia mempunyaibanyak persamaan selera dan senang melakukan sesuatu bersama-sama. Vanessa memiliki suara sprano. Vanessa suka berpergian
6. Marcia mempunyai suara bernada alto, Marcia dan Vanessa selalu hadir srentak bersamaan menggantikan Sybil. Walaupun mereka mempunyai selera sendiri-sendiri. Marcia suka berkelana, mereka selalu melakukannya bersama-sama, mereka suka kapal-kapal terbang, kota-kota besar teater-teater, konser-konser, tempat sejarah dan membeli buku-buku.
7. Mike merupakan pribadi yang berbeda dari pribadi-pribadi yang lainnya,
Mike ini beranggapan bahwa ia dalah seorang laki-laki, tapi apakah mungikin sedangkan tubuh yang aslinya sendri adalah perempuan, ini merupakan pribadi yang berbeda yang dimilki Sybil. Mike selalu mengerjakan hal-hal yang bersifat untuk laki-laki seperti memaku dan mengecat. Mike mendapat namanya dari dua sumber, dari ayah dan kakeknya.. nama Mike berasal dari kebiasaan Wilard dalam memanggil puterinya dengan “Mike” kalau ia menggunakan baju terusan diperkuat oleh ungkapan kesukaan kakek Dorestt, “demi kasih dari Mike”. Mike merupakan identifikasi dari kakak Dorestt.
8. Sid, sama halnya dengan Mike, Sid beranggapan bahwa ia laki-laki menjadi sekat pemisah anatara pribadi yang sebenarnya , yaitu Sybil maupun pribadi-pribadi yang lainnya, tetapi juga merupakan pribadi yang suka membantu Sybil. Ia bermuka mirip sama ayahnya ia membuat banunan-bangunan sama halnya dengan Sid sama baiknya. Sid merupakan identifikasi Sybil terhadap ayahnya.
9. Marjorie salah satu dari sekian banyak pribadi Sybil mempunyai tubuh kecil, berambut pirang seperti pohon Willow, warna kulit biasa saja dan brhidung pesek. Marjorie merupakan pribadi yang sangat tenang, periang, dan cepat tertawa, ia menyukai banyak hal seperti pesta-pesta dan teater, pecan-pekan raya dan pelisir, dan terutama sekali permainan-permainan yang menuntut kecedrasan yang selalu dihindari oleh Sybil.
10. Helen mempunyai rambut coklat muda, bermata merah tua, berhidung mancung, dan berbibir tipis, Helen juga seorang penakut. Helen juga seorang yang ambisisus. Helen tidak bias melukis tidak juga suka agama.
11. Sybil Ann mempunyai kulit pucat, bertubuh urus dengan rambut pirang keabu-abuan, bermata kelabu, berwajah lonjong dan berhidung mancung. Ia juga menderita sederet gejala neurasthenia.
12. Clara merupakan pribadi yang suka belajar musik dan bahasa inggris. Khususnya sejarah, hl-hal yang menyangkut ilmu kedokteran, ilmu-ilmu hewan, dan ilmu kimia.
13. Nancy merupakan seorang yang takut akan suara-suara keras, dan ia juga takut akan datangnya hari kiamat.
14. Ruthie pribadi kecil Sybil. Dia masih berumur dua tahun. Cara berbicaranya juga masih terlihat seperti anak – anak. Pribadi ini pribadi masa kecil Sybil. Dia sering menggambar dengan crayon.
15. Sybil Isabel Dorestt,merupakan pribadidari diri yang sebenarnya.
16. Tanpa Nama ia hadi sewaktu Sybil dah mulai hampir sembuh, iameupakangadis baru tetapi bukan baru, ia adalah gadis yang di cita-citakan oleh Sybil yang berambutpirang.
Sejalan dengan itu, terapinyadengan Dr.Wlibur terus berjalan untuk menemukan kesembuhan bagi Sybil.Dr. Wilbur mempunyai cara baru untuk menyembuhkan Sybil,yaitu dengan cara di hipnotis dengan menyatukan semua pribadi-pribadi yang ada pada dirinya,walaupun sebelumnya Sybil pernah menolak untu di hipnotis.
Akhirnya setelah melalui 11 tahun proses penyembuhan yang dilakukan Dr. Wilbur. Sybil dapat dinyatakan sembuh atau pribadinya telah menjadi satu. Tidak ada pribadi – pribadi yang lain. Yang ada hanyalah Sybil yang baru. Ia dapat dengan mudah mengingat hal – hal yang dilaluinya. Dapat melalui waktu – waktu yang dia jalani setiap menit dan setiap detik. Tanpa harus kehilangan waktu – waktunya. Ia tampak lebih dewasa namun terlihat lebih muda dari usianya 42 tahun. Sybil yang baru telah menjadi manusia yang baru. Manusia yang mempunyai semangat untuk mencapai masa depannya.
ny tugaz'a psikoanalisa yang di hubungkan proyektif,mengenai struktur kepribadian,dinamika n perkmbngn'a.
Menurut Sigmund Freud kepribadian terdiri dari 3 sistem yaitu :
1.Id Id bahasa lainnya adalah Das Es atau it (benda) . Bagian ini merupakan bagian tertua dari kepribadian dan masih bersifat primitif yang beroperasi sejak bayi masih tidak berhubungan dengan dunia luar, maka ia mengandung semua dorongan bawaan yang disebut insting-insting dalam psikoanalisis. Id dianggap oleh Freud sebagai sumber dorongan yang paling utama dalam tubuh manusia sehingga disebut “binatang dalam manusia ”. Id beroperasi di alam ketidaksadaran yang tidak di atur oleh hukum logika, pertimbangan waktu dan tempat. Semua isi yang terdapat di id bersifat segera dalam memenuhinya. Karena tidak terikat oleh hukum-hukum itu, maka cara memenuhinya harus sesuai dengan keinginannya yang bersifat kenikmatan baginya, walaupun tidak sesuai dengan nilai-nilai social sehingga karena demikian maka di kontrol oleh ego dan superego sehingga dengan kontrolan seperti itu manusia bisa di terima oleh lingkungan.
Untuk menghindari rasa sakit jika keinginannya tidak terpenuhi dan untuk mendapatkan kenikmatan maka id mempunyai dua macam cara untuk memenuhinya yaitu:
a. Tindakan-tindakan refleks
Tindakan ini bersifat otomatis dan bawaan. Ia biasanya segera mereduksikan tegangan dan manusia dilengkapi dengan refleks semacam itu untuk menghadapi bentuk-bentuk rangsangan yang relative sederhana . Seperti berkedip, bersin dan lain sebagainya.
b. Proses primer proses primer ini berusaha menghentikan tegangan-tegangan yang menimbulkan gerak refleks itu. Misalnya ketika seseorang merasa lapar maka ketika itu juga terbayang yang namanya makanan, sehingga orang tersebut menghayal. Akan tetapi proses primer ini tidak mampu mereduksi tegangan, karena tidak munkin orang bisa makan khayalan.
2. Ego
Ego dalam bahasa jermannya disebut dengan das ich yang berarti aku atau diri ini. Dan berkembang dari id yang dikhususkan menangani persoalan realitas, karena id tidak bisa berhubungan dengan dunia kenyataan. Dalam artian, ego dalam memenuhi kebutuhan id, itu di sesuaikan dengan konsep realitas atau kenyataan. Ego tidak memiliki energi sendiri dalam beraktifitas tetapi energinya berasal dari id. Dengan adanya ego manusia bisa membedakan dirinya dan lingkungan sekitarnya . Ego tumbuh karena kebutuhan id harus disesuaikan dengan dunia kenyataan objektif. Contoh; orang yang lapar, seketika membanyangkan makanan (pemuas ala id). Karena khayalan tentang makanan tadi tetap tidak merubah tegangan yang di timbulkan oleh id, maka manusia harus mencari makanan untuk menhilangkan tegangan yang ditimbulkan oleh rasa lapar itu. Tetapi dalam memenuhi kepuasan id itu, ego harus mempertimbangkan kenginan superego yang bermoral itu.
3. Superego
Superego merupakan kekuatan moral dari kepribadian. Sebagai kepribadian yang paling luhur, maka superego ini merupakan lawan dari ego dan id dalam cara memenuhkan kebutuhan. Superego dikendalikan oleh prinsip-prinsip moralistik dan idealistik . Sehingga cara kerjanya menggunakan prinsip idealistis dan moralistik. Superego berkembang dari ego dan tidak mempunyai energi sendiri tetapi sama dengan eneginya ego berasal dari id. Namun ego dan superego sangat berbeda, kalau ego berhungan dengan dunia luar atau dunia nyata, sehingga cara pemenuhan terhadap keinginannya realistis. Tetapi kalau superego tidak berhungan dengan dunia luar (nyata) sehingga kinerjanya tidak rasional.
Superego mengontrol ego dengan mengacu pada nilai masyarakat sekitar. Sehingga jika id menginginkan makanan dan ego mencarinya tanpa pertimbangan apapun yang penting bisa memuaskan id, sehingga ego tidak tahu terhadap boleh dan tidak bolehnya makanan itu, pokoknya bisa melayani id dengan baik. Pada waktu seperti itulah superego mengontrol kegiatan ego dengan membabi buta menekan kinerja ego yang tidak sesuai dengan moralitas masyarakat.
Menurut Freud semua orang termotivasi untuk mencari kepuasan dan untuk mengurangi ketegangan serta kecemasan
Motivasi ini diperoleh dari energi fisik maupun psikis yang berasal dari dorongan2 dasar.
Dorongan2 dasar sering diterjemahkan sebagai insting, namun sebetulnya lebih tepat jika disebut sebagai dorongan atau rangsangan.
Dorongan2 secara konstan bekerja sebagai kekuatan yang memotivasi, sebagai stimulus dari dalam diri dorongan2 tidak dapat dihindari.
Cara bagaimana energi psikis itu di pergunakan oleh Id, ego dan super ego.Aspek yang paling banyak menggunakan energi psikis, berpengaruh terhadap bentuk tingkah laku individu
Apabila Id à tindakan bersifat promitif, impulsif, agresif
Apabila Ego à bertindak dengan cara realistis, rasional-logis
Apabila super ego à mengerjar hal2 yang moralistis, sempurna, kadang kurang rasional
a.Instink.
Instink adalah sumber perangsang somatis dalam yang dibawa sejak lahir, keinginan adalh perangsang psikologis, sedangkan kebutuhan adalah peranang jasmani. Misalnya orang lapar mencari makan.
b. Distribusi dan Pengunaan Energi Psikis
dinamika kepribadian terdiri dari cara bagaimna energi psikis itu didistribusikan serta digunakan oleh id, ego, dan super ego. Karena ego tidak mempunyai energi sendiri, maka ia harus meminjamnya dari id. Jadi harus ada perpindahan energi dari id ke ego.
c. Kecemasan atau Ketakutan.
Dinamika kepribadian untuk sebagian besar dikuasi oleh keharusaan untuk memuaskan kebutuhan dengan cara berhubungan dengan obyek-obyek didunia luar. Freud mengemukakan adanya 3 kecemasan, yaitu :
(a). Kecemasan realitas.
Dari ketiga macam kecemasan itu yang paling pokok adalah kecemasan atau ketakutan yang realistis, atau takut akan bahaya-bahaya yang ada diluar, kedua kecemasan yang lain diasalkan dari kecemasan ealistis ini.
(b). Kecemasan neuritis.
Kecemasan neuritis adalah kecemasan kalau-kalau instink-instink tidak dapat dikendalikan dan enyebabkan orang berbuat sesuatu yang dapat dihukum. Kecemasan ini sebenarnya mempunyai dasr didalam realitas, karena dunia sebagaimana diwakili oleh orang tua dan lain-lain oran yang memegang kekuasaan itu menghukum anak yang melakukan tindakan mflusif.
(c). Kecemasan moral adalah kecemasan kata hati.
Orang yang super ego-nya berkembang baik cendrug untuk merasa dosa apabila dia melakukan atau bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma moral. Kecemasan moral ini juga mempunyai dasar dalam realitas, karena dimasa lampau orang sudah mendapatkan hukuman sebagai akibat dari pebuatan yang melanggar kode moral, dan mungkin akan mendapat hukuman lagi.
Adapun fungsi kecemasan atau ketakutan itu ialah untuk memperingatkan orang akan datangnya bahaya, sebagai isyarat bagi ego , bahwa apabila tidak dilakukan tindakan-tindakan yang tepat
Pendekatan berdasarkan pada conditional dan opern conditioning. Teknik ini berkembnag dari suatu teretment. Setelah treatment kemudian dilakukan intervensi melalaui proses learningnya. Ditentukan cara-cara intervensi yang tepat, yang menurut Sunberg ternyata efektif dalam mengatasi problem tingkah laku. Data tentang kondisi subjek dapat di ungkap melalui problem cheklees anatara alain fair inventory, yang merupakan inventori untuk mengungkapkan sumber-sumber rasa takut.
Dalam teknik ini, diagnosis psikometris dan klasifikasinya menjadi tida penting karena didalam teknik ini yang diperhatikan hanya gejala-gejala gejala dalam tingkah lakunya.
Objective Technique
Teknik ini berjalan sejalan dengan behaviorial technique. Pendekatan ini mementingkan pada teori trait dan factor, yang meupakan dimensi-dimensi yang akan diukur dari manusia personality. Jadi, sebelum seseorang mengukur sifat-sifat atau factor dalam pribadi seseorang, perlu mndefenisisikan terlebih dahulu permasalahan yang dihadapi oleh individu (domain of uinters). Berdasarkan psikologi ini, kemudian dirancang suatu schale of personality, dimana skala ini dikonstruksi melalui prangkat pernyataan.
Projective Technique.
Yang melatar belakangi : Dari analisa (Freud) yang berupaya untuk mengetahui hal ketidak sadaraan seseorang. Psychoanaisis approach berpendapat bahwa the most important thing in so personality is unconsiousnness. The aspeck ang tidak disadari sulity diungkap dalam kondisi wajar.