Kamis, 08 April 2010

Kriteria Diagnostik Sindrom Asperger Dalam (WHO)

World Healt Organization (WHO) mempublikasikan criteria diagnostik mereka untuk sindrom asperger pada tahun 1990, mereka menekankan bahwa permainan kelompok anak tidak memiliki.

a.Deskriptif : mendefinisikan secara obyektif lokasi terjadinya peristiwa tersebut, pihak – pihak yang terlibat, tindakan yang mereka lakukan dan alas an suatu tindakan.

b. Prespektif : menggambarkan dan menjelaskan bila perlu reaksi – reaksi, perasan – perasan orang lain dalam situasi yang diberikan.

c. Direktif : mengutarakan hal yang diharapkan dilakukan atau dikatakan oleh anak.

d. Kontrol : mengembangkan strategi – strategi untuk membantu orang mengingat tindakan yang harus dilakukan atau cara memahami situasi. Hal ini kerap disarankan dan ditulis oleh anak itu sendiri serta dapat digabungkan dengan minat khusus mereka.

Keempat type kalimat tersebut harusnya seimbang, jangan telalau banyak menggunakan kalimat dorektif dan jangan terlalu sedikit menggunakan kalimat prespektif dan direktif. Carol merekomundasikan ratio 0 – 1 untuk kalimat direktif atau derektif kisah awal dapat mendeskripsikan sebuah situasi yang berhasil dikuasai oleh anak, sehingga mereka pertama – pertama dapat berkosenterasi untuk mempelajari aturan – aturan permainan.

Sumber :

Atwood, Tony. (2002). Sindrom Asperger. Philadelpia : Jesica Kingsley Publishers Lonnndon

Rett Syndrome

Rett sindrom adalah gangguan perkembangan yang hanya dialami oleh anak wanita. Mulai usia sekitar 6 bulan sampai mereka mengalami kemunduran perkembangan. Pertumbuhan kepala mulai berkurang anatara usia lima bulan sampai empat tahun. Gerakan tangan menjadi tidak terkendali, gerakan yang terarah hilang, disertai dengan gangguan komunikasi dan penarikan diri secara sosial.

Gerakan – gerakan otot tampak tidak terkoordinasi, seringkali memasukan tangan kemulut, menepukan tangan dan membuat gerakan tangan seperti orang yang sedang mencuci baju. Hal ini terjadi anatara usia 6 – 30 bulan, terjadi gangguan berbahasa prespektif maupun ekspresif disertai kemunduran psikomotorik yang hebat, yang sangat khas adalah timbulnya gerakan – gerakan tangan yang terus menerus seperti orang yang sedang mencuci baju, yang berhenti jika anak tidur.

Gangguan lain yang sering menyertai adalah gangguan pernafasan otot – otot yang makin kaku, timbul kejang, scoliasis tulang punggung, pertumbuhan terhambat dan kaki makin mengecil (hypotropik) biasanya dengan pemeriksaan EEG dapat menunjukan kelainan.

Sumber :

Naga, S. Dali. (2006). Jurnal Provitae. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia

Prilaku Sosial Penyandang Sindrom Asperger

Sebagian besar masyarakat menghargai individu berdasarkan penampilan prilaku dan car bicara mereka. Para pengidap sindrom asperger tidak memiliki cirri – cirri fisik tertentu, namun mereka umumnya dianggap berbeda oleh orang lain karena memiliki prilaku sosial dan keterampilan – keterampilan prilaku yang tidak lazim. Misalnya seorang perempuan pengidap sindrom asperger menjelskan bahwa sebagai seorang anak ia menyaksikan orang – orang pindah kerumah disebrang jalan, ia berlari ke salah seorang anak baru dan daripada menyapa dengan komunuisoal dengan berkata “hai, main bersama saya ?” anak perempuan pengidap sindrom asperger ini malah menyatakan sembilan kali sembilan adalah delapan puluh satu “ ( Schoper dan Mesibov 1992) prilaku dalam interaksi yang eksentrik dari individu semacam itu dapat mencolok.

Kriteria Diagnostik Yang Relevan Untuk Prilaku Sosial

Criteria diagnostic berusaha mendefinisikan cirri kecakapan dan karakteristik prilaku sindrom asperger yang tidak lazim, serta seluruh criteria yang merujuk pada kerusakan prilaku sosial.

Pada tahun 1989, Carina dan Christoper Gilberg menjabarkan enam criteria diagnostic yang didasarkan pada study mereka di Swedia, dua dari criteria tersebut menjelaskan aspek – aspek prilaku sosial. Criteria pertama bernama ketidak mampuan berinteraksi dimana anak setidaknya memiliki dua dari empat hal berikut.

a. Tidak mampu berinteraksi dengan teman – teman sebaya

b. Tidak memiliki hasrat untuk berinteraksi dengan rekan – rekan sebaya.

c. Tidak memiliki apresiasi terhadap atau syarat – syarat sosial dan

d. Prilakunya secara sosial dan emosi tidak tepat.

.

Criteria kedua memiliki tentang komunikasi non verbal, merepleksikan ketidak mampuan dalam prilaku sosial dimana anak stidaknya memiliki satu dari lima kriteria berikut :

a. Penggunaan sikap tubuh yang terbatas.

b. Bahas tubuh yang canggung.

c. Ekspresi wajah yang terbatas.

d. Prilaku yang tidak tepat dan

e. Tatapan yang ganjil dan kaku.

Pada tahun yang sama, Peter Szatmari dan koleganya dari Kanada dan mempublikasikan criteria diagnostik mereka. Sifat – sifat tidak lazim dari prilaku sosial yang dijelaskan dan dari lima kriteria mereka (Szatmari, Brenner, dan Nagy 1989). Szatmari dan koleganya menekankan sejumlah aspek yang tidak disebutkan secara sfesifik dalam kriteria Gilberg, yaitu menyadari, memiliki kesulitan dalam menyadari perasaan – perasaan orang lain.

Sumber :

Atwood, Tony. 2002. Sindrom Asperger. Philadelpia : Jesica Kingsley Publishers Lonnndon

Diagnosis Sindrom Asperger

Dua tahap melaksanakan diagnosis sindrom asperger, tahap pertama melibatkan orang tua atau guru yang diminta untuk melengkapai suatu kuesioner atau skala nilai, kedua instrument ini dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kemungkinan seorang anak mengidap sindrom asperger. Tahap kedua merupakan suatu penilaian diagnostic oleh para ahli klinis yang berpengalaman dalam mnenguji prilaku dan kemampuan anak – anak pengidap kel;ainan perkembangan dengan mengunakan criteria yang telah teruji dalam memberi deskripsi sindrom yang jelas.

Sedikit sekali para orang tua dan para pakar yang langsung menguji masalh ini, seperti guru, terapis, dan dokter umum yang memiliki pengetahuan tentang tanda – tanda sindrom asperger. Akibatnya mungkin saja mereka tidak mempertimbangkan bahwa anak semacam itu semestinya dirujuk kelayanan diagnostik yang menspesialisasikan diri dalam kelainan perkembangan pervasif.

Tentu saja standar skala ini untuk autisme tidak didesain untuk anak –anak yang mengidap sindrom asperger (Yirmya, Sigmann, dan Freeman1993)untungnya, nilai baru telah dikembangkan untuk mengidentifikasi anak – anak yang beresiko mengidap sindrom ini. Skala tersebut dirancang bagi orang tua dan guru, skala pertama dikembangkan di Swedia(Ehels dan Gillberg 1993) dan skala kedua dikembangkan di Australia (Garnettdan Atwood 1995) kedua skala tersebut didasarkan pada kriteria diagnostic formal, literature riset yang terkait dengan cirri – ciri sindrom, dan pengalaman ahli klinis yang ekstensif. Berikut ini dalah skala Australia untuk sindrom asperger (Australian scak for Asperger Syndrom).

Kuesioner ini dirancang untuk mengidentifikasi prilaku dan kemampuan – kemampan yang mengidentifikasikan sindrom asperger pada anak – anak. Skema belajar sekolah dasar, diusia pendidikan dasr terdsebut pola prilaku – prilaku kemampuan anak yang tidak normal tampak sangat nyata. Setiap pengalaman atau pernyataan memilliki skala nilai dengan angka 0 sebagai tingkat umum yang dapat diharapkan dari anak – anak usia tersebut.

Sumber :

Atwood, Tony. 2002. Sindrom Asperger. Philadelpia : Jesica Kingsley Publishers Lonnndon

Gangguan Asperger Dan Ciri – Cirinya

Gangguan asperger adalah gangguan perkembangan pervasif yang ditandai dengan gangguan interaksi social dan prilaku stereotype yang terbatas yang sama seperti pada gangguan autistic, tetapi tidak terdapat keterlambatan kognitif atau berbahasa. Gangguan ini jarang dan lebih banyak terjadi pada anak laki – laki, dan efeknya biasanya terjadi sepanjang hidup.

Ciri – cirri klinis sindrom asperger.

a. Ketiadaan empati.

b. Naïf, serba salah, dan interaksi satu arah.

c.Tidak punya kemampuan, atau hanya punya kemampuan kecil untuk mengembangkan persahabatan.

d. Ujrannya bersifat menonjolkan pengetahuannya, atau berulang.

e. Miskin komunikasi non verbal.

f. Penyerapan luar biasa pada subjek – subjek tertentu.

g. Kikuk, gerakan – gerakan yang tidak terkoordinasi dengn baik dan sikap tubuh yang ganjil.

Pada tahun 90an sindrom asperger dipandang sebagai sebuah varian autisme dan kelainan – kelainan perkembangan pervasif, yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan kecakapan dalam rentang yang luas. Kini sindrom asperger dianggap sebagai suatu subkelompok dalam spectrum autistic dan memiliki criteria diagnostic tersendiri. Juga terdapat bukti yang menyatakan bahwa type yang satu ini (sindrom asperger) lebih umum bila dibandingkan dengan autisme klasik, serta dapat didiagnosis pada anak – ana yang sebelumya tidak pernah dianggap mengidap autistik.

Sumber :

Atwood, Tony. 2002. Sindrom Asperger. Philadelpia : Jesica Kingsley Publishers Lonnndon.

Gangguan Disintegrasi Anak – Anak

Gangguan disintegrasi anak – anak ditandai dengan regresi yang nyata dibeberapa area fungsi setelah priode pertumbuhan dan perkembangan yang tampak normal minimal dua tahun (DSM-IV-TR-2000) usia khusus awitanya adalah 3 sampai 4 tahun. Anak mengalami deficit social dan komunikasi dan pola prilaku yang sama yang terlihat pada gangguan autistic, gangguan ini jarang dan terjadi lebih sedikit sering pada perempuan.

Pada kebanyakan anak, perkembangan fisik dan jiwa terjadi dengan cepat. Sering terjadi pada anak untuk mengalami langkah mundur; misalnya, seorang anak yang terlatih ke wc sekali-sekali mengompol. Gangguan masa kecil disintegratif, tetapi, adalah kekacauan serius yang langka dimana seorang anak dengan usia lebih dari 3 tahun berhenti berkembang secara normal dan mengalami kemunduran pada banyak fungsi di bawahnya, biasanya mengikuti sakitnya gawat, seperti infeksi otak dan susunan syaraf.

Ciri anak dengan gangguan disintegratif masa kanak-kanak berkembng secara normal pada tahun pertama, sejak 3 sampai 4 tahun, biasanya merek mempelajari mempelajari ketrampilan wicara, buang air dengan benar, dan memperlihatkan prilaku sosial yangs sesuai. Lalu, setelah beberapa minggu atau bulan anak cepat marah dan murung, anak menjalani kemunduran nyata. Dia mungkin kehilangan kemampuan berbahasa yang diperoleh dulunya, gerakan, atau ketrampilan sosial, dan dia mungkin tidak lagi mempunyai kontrol pada kandung kemih atau usus besarnya. Juga, anak mengalami kesukaran dengan interaksi sosial dan mulai melakukan kelakuan berulang mirip yang terjadi pada anak dengan penyakit autisme. Cukup sering anak lambat laun memburuk sampai derajat yang sangat terbelakang. Seorang dokter membuat diagnosa berdasarkan gejala dan pencarian untuk akar gangguan. Gangguan disintegratif masa kanak-kanak tidak bisa diobati secara khusus atau disembuhkan, dan kebanyakan anak, khususnya dengan keterbelakangan yang parah, memerlukan perawatan seumur hidup.

Sumber :

Vidbeck, L. Shelia. 2008. Buku Ajar Keperawatan. Jakarta : Buku Kedokteran

Kriteria Diagnostik Sindrom Asperger Dalam (WHO)

World Healt Organization (WHO) mempublikasikan criteria diagnostik mereka untuk sindrom asperger pada tahun 1990, mereka menekankan bahwa permainan kelompok anak tidak memiliki.

a. deskriptif : mendefinisikan secara obyektif lokasi terjadinya peristiwa tersebut, pihak – pihak yang terlibat, tindakan yang mereka lakukan dan alas an suatu tindakan.

b. Prespektif : menggambarkan dan menjelaskan bila perlu reaksi – reaksi, perasan – perasan orang lain dalam situasi yang diberikan.

c. Direktif : mengutarakan hal yang diharapkan dilakukan atau dikatakan oleh anak.

d. Kontrol : mengembangkan strategi – strategi untuk membantu orang mengingat tindakan yang harus dilakukan atau cara memahami situasi. Hal ini kerap disarankan dan ditulis oleh anak itu sendiri serta dapat digabungkan dengan minat khusus mereka.

Keempat type kalimat tersebut harusnya seimbang, jangan telalau banyak menggunakan kalimat dorektif dan jangan terlalu sedikit menggunakan kalimat prespektif dan direktif. Carol merekomundasikan ratio 0 – 1 untuk kalimat direktif atau derektif kisah awal dapat mendeskripsikan sebuah situasi yang berhasil dikuasai oleh anak, sehingga mereka pertama – pertama dapat berkosenterasi untuk mempelajari aturan – aturan permainan.

Sumber :

Atwood, Tony. 2002. Sindrom Asperger. Philadelpia : Jesica Kingsley Publishers Lonnndon